INILAHPOS.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, secara resmi mencanangkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2025 di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Senin, (24/3/2025).
Program yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS) Sinjai untuk meningkatkan kualitas data statistik di tingkat desa guna mendukung perencanaan dan pembangunan yang lebih akurat dan berkelanjutan.
Kepala BPS Sinjai, H. Syamsuddin berharap pembinaan Desa Cinta Statistik di 24 Kabupaten/Kota bisa meraih kesuksesan terutama bagi Desa Tongke-tongke sehingga nanti bisa mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat Nasional.
"Saya ucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah. Ini adalah bagian dari upaya membina data statistik dalam kerangka Satu Data Indonesia, dan menjadi indikator penting yang harus terus diperjuangkan di Sinjai," ujarnya.
Sementara itu Sekda Sinjai, Andi Jefrianto Asapa menyampaikan apresiasinya terhadap pencanangan Desa Cantik di Desa Tongke-tongke.
Dia berharap program ini tidak hanya berfokus pada satu desa saja, melainkan juga dapat diperluas menjadi pilot project di setiap kecamatan, sehingga seluruh desa di Kabupaten Sinjai dapat merasakan dampak dari program ini.
"Peran desa sangatlah penting yakni sebagai subjek dan ujung tombak pembangunan Indonesia. Namun, pada kenyataannya saat ini desa masih menjadi objek dalam pengelolaan dan pemanfaatan data," ujarnya.
Program Desa Cantik tahun 2025 secara khusus bertujuan untuk, meningkatkan kapasitas desa/kelurahan dalam mengidentifikasi kebutuhan data dan potensi yang dimiliki desa dalam rangka mendukung pengentasan kemiskinan.
Desa Tongke-Tongke merupakan Desa yang ketiga menjadi lokus Desa Cinta Statistik, setelah Desa Lamatti Riaja Kecamatan Bulupoddo, dan Desa Panaikang Kecamatan Sinjai Timur.
Pencanangan sekaligus pengukuhan agen Desa Cantik 2025 di Desa Tongke-Tongke dihadiri oleh Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Mansyur, Kepala Dinas PMD Yuhadi Samad, Camat Sinjai Timur Andi Saoraja Arie Lesmana, Kepala Desa Tongke-Tongke Sirajuddin, serta Kepala Dusun, RT, dan tokoh masyarakat setempat.